Review Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Karya Alvi Syahrin


Apakah kamu pernah jatuh cinta? Pernah patah hati? Bagaimana cara mengatasi patah hati? Bagaimana kamu bisa bangkit dari patah hati? Patah hati memang menyakitkan, tapi satu hal yang pasti, bangkit dari keterpurukan, sangat dianjurkan.

Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tak akan banyak belajar dari masa lalu. Bagaimana ia mengajari kita untuk tetap kuat ketika hati terserak. Kita tak akan menjadi tangguh

Begitulah sedikit kutipan di balik buku berjudul Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta. Buku non-fiksi ini sudah rilis di toko buku sejak bulan Desember lalu. Sebelum rilis di toko buku, sang penulis mengadakan pre order bertanda tangan yang dijual di beberapa toko online. Saya pun termasuk salah satunya yang melakukan pre order.


Untuk Menemukan Kebahagiaan Just Look at Your Self, Be Your Self and The Love Your Self.

Buku karya Alvi Syahrin, pemuda kelahiran 1992 ini  sangat menarik. Buku yang tampil sederhana, sarat makna yang akan membuka mata dan melihat jauh lebih dalam tentang keadaan diri. Hai kamu, diri kamu sendiri, bagaimana kabarmu? Jika kau sedang tidak baik-baik saja dan patah hati, mari membaca buku ini. Semoga buku ini bisa menghiburmu dan kamu mulai sadar, bahwa hanya kamu yang bisa membuat diri kamu bahagia. Bukan bahagia menurut versi orang lain tentang kamu. Namun bahagia karena kamu mengetahui bahwa kamu berharga dan pantas berbahagia. Jika kamu belum menemukan versi bahagia menurut kamu, “Just look at your self,  be your self, and then love your self.”

Sang penulis, Alvi Syahrin, sebelumnya sudah menerbitkan 3 buku fiksi di antaranya Dilema (2012) -- Bukune; Swiss (2013) -- Bukune; dan I Love You (2015) -- Gagas Media. Lalu, sejak tahun 2016 dirinya mulai menulis di Instagram melalui postingannya yang memotivasi.


Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Untuk Kamu Yang Galau Tentang Pecintaan

Tulisan Alvi Syahrin sangat cocok untuk orang berusia muda yang masih labil. Topik yang dibahas biasanya mengenai kisah asmara, kehidupan, masa depan, dan lain-lain. Setelah kurang lebih dua tahun menulis di Instagram yang dimulai dari followers ratusan hingga ratusan ribu, kali ini sang penulis merangkum permasalahan anak muda tersebut (khususnya tentang cinta) di sebuah buku yang kembali diterbitkan oleh Gagas Media.

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta ditulis untuk orang-orang yang mengkhawatirkan dirinya dengan kisah cintanya. Entah itu karena beda agama, jarak jauh, tidak direstui oleh orang tua, atau pun masalah-masalah lain yang berhubungan dengan masalah orang jatuh cinta.

Buku ini akan membuka mata pembaca bahwa cinta bukanlah yang utama, bukan yang paling penting, dan bukan segalanya. Masih ada aspek lain yang akan dibahas secara detail di sini, tentu dengan logika yang masuk akal. Pembaca pun perlahan-lahan akan diberikan saran terbaik untuk segala permasalahan yang ada di setiap bab.

Dari buku ini pun saya belajar bahwa selama ini kita (termasuk saya sendiri) terlalu sering diperbudak oleh cinta. Banyak hal bodoh dilakukan tanpa pikir panjang dengan mengatasnamakan cinta. Terkadang kita tidak menggunakan logika bahkan hingga mengorbankan segalanya. Entah itu waktu, uang, teman, keluarga, dan yang lain.

Lalu setelah cinta berhasil berhasil merusak segalanya, membuat hati kita patah, kehilangan semua yang kita miliki, kemudian kita menyesal. Berharap apa yang dulu hancur bisa kembali seperti semula. Tapi, nasi sudah jadi bubur. Kita terpuruk, menganggap bahwa diri ini adalah orang paling menderita di dunia.


Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta  by Alvi Syahrin


Buku Ensiklopedia Cinta Untuk Remaja

Sepertinya istilah 'ensiklopedia cinta untuk remaja' cocok menjadi gelar buku ini. Tidak hanya menyajikan kisah-kisah cinta saja, Alvi Syahrin juga memberikan perspektif saat pembaca berada di titik; "udah deh, pengen nikah aja" atau "aku udah terlalu lelah buat jatuh cinta." ⁣

Kita memang tidak bisa kembali ke masa lalu. Tapi ada masa depan yang bisa kita bangun kembali dari awal. Maka, di buku inilah semua jawaban ada. Bagaimana kita harus bisa bangkit, belajar dari kesalahan, serta lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Buku ini membuat kita menyadari, ada hal lain yang lebih besar dari sekadar mencintai dan dicintai. Mengetahui tujuan hidup, dan mempersiapkan kehidupan setelah kehidupan lebih pantas memiliki porsi besar untuk berada dalam benakmu.


Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Ditulis dengan Bahasa Ringan dan Mudah Dipahami

Buku yang terdiri dari 45 bab ini, bahasanya mudah dipahami. Penulisnya menyampaikannya dengan bahasa yang sangat menyenangkan. Tidak menggurui, tidak mengkritik, tidak menghakimi. Penulis melihatnya dengan persepsi yang sangat berbeda, mudah diterima, namun untuk urusan pilihan tidak memaksakan, penulis mengembalikannya kepada pembacanya.   Malah sebenarnya kita diajak berpikir realistis. Bahkan penulis juga memberikan pandangan-pandangan positif, namun tidak memaksakan kepada pembacanya. Bagaimana pun, kamu, pembaca buku ini, berhak untuk menentukan jalan hidup yang kamu pilih. Namun, pastikan jalan yang kamu pilih sudah benar, agar tidak tersesat. Tapi, jika kamu pernah mengalami hal-hal yang menyakitkan dalam hidupmu, kamu masih punya pilihan untuk membuat hidupmu menjadi lebih baik dengan menentukan arah langkah hidupmu, berada pada jalan benar.

Di sepanjang buku ini, aku selalu menyarankamu untuk berdoa, berdoa, berdoa. Kepada Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Yang Menjaga Keamanan, Pemeliharaan Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Diam-diam, itu menenangkan hatimu. (halaman 2016)

Penyampaian dalam buku ini terasa halus banget, ibaratnya penulis ini bagaikan sahabat lama yang sangat mengenal kawannya–diri kita, dan memberikan masukan dengan cara halus. Menarik sekali. Saya suka cover-nya yang keliatan misterius, sederhana, tapi bikin tertarik pengen baca. Desain layout-nya juga menarik. Buat kamu yang sedang dalam kesendirian, buku ini sangat saya rekomendasikan, siapa tahu kamu bisa menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang bersarang di benakmu. Semoga setelah membaca buku ini, hatimu merasa lega dan bisa tersenyum kembali.


Quotes Inspiratif Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta


  1. Padahal, ketika kita menua, ketika kita terimpit, ketika kita diambang kematian, kita akan selalu mempertimbangkan agama sebagai jalan kembali. (halaman 23)
  2. Jatuh cinta diam-diam telah mengajarkanmu untuk menjaga hati dari hal yang tak pasti. (halaman 25)
  3. Namun percayalah, jatuh cinta yang paling indah adalah jatuh cinta diam-diam. (halaman 27)
  4. Setelah semua rasa sakit ini, jatuh cinta diam-diam akan kembali ke asalnya: bersembunyi di lubuk hati paling dalam. Lalu, menciut, semakin kecil, lama-lama memudar, lama-lama terlupakan. (halaman 30)
  5. You’ve just save your heart, and it’s the most beautiful thing that you’ve ever done to yourself. One day, you’ll teach your kids this lesson. (halaman 30)
  6. Mencintai, menghargai–mulai dari dirimu, untuk dirimu sendiri. Jika kamu saja tidak bisa mencintai diri sendiri, bagaimana orang lain bisa jatuh cinta kepada dirimu? Hidup terlalu singkat untuk meratapi kekurangan. Fokuslah pada kelebihanmu dan rangkul dirimu secara utuh. (halaman 34)
  7. Aku hanya ingin kau sedikit lebih realistis. Bahwa cinta tidak seperti yang mereka pertontonkan di Instagram. (halaman 39)
  8. Kembali buka bukumu, belajarlah lebih giat. Lakukan berbagai hal untuk menemukan hal yang kau sukai, dan kejar mimpimu. Masa-masa sekolah dan kuliah hanya berlangsung sekali seumur hidup. Tak ada yang mau membersamai seorang pemalas yang mudah putus asa. See you on top. (halaman 54)
  9. Pada akhirnya, ini akan jadi pelajaran terbesar dalam hidupmu: bahwa kita tak akan pernah bisa mengubah seseorang. Apalagi dalam kondisi jatuh cinta. (halaman 58)
  10. Don’t change him. Don’t change her. Change yourself. Love will come. (halaman 60)
  11. Hidup tidak selalu tentang dia yang kamu cintai. You have your own life, and it doesn’t always have to do anything with him. (halaman 72)
  12. … bahwa agama, entah bagaimana, selalu menjadi prinsip paling mendasar dalam kehidupan seseorang, mengakar teramat kuat, baik kau sadari, maupun tanpa kau sadari. (halaman 91)
  13. Orangtuamu sangat berprinsip, dan mari kita hargai itu. Mungkin, caranya menyakitimu. Tetapi, orangtua juga manusia, mereka tak sempurna, kau juga manusia, tak sempurna. (halaman 105-106)
  14. Teruslah mencari, teruslah berdoa kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta, yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu, Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, agar kau senantiasa berada di jalur yang tepat, menuju misi terbesar dalam hidup. (halaman 117)
  15. Tuhan sudah tahu nama siapa yang akan bersanding dengan namanu di kartu undangan pernikahan. Santai saja. Lebih baik kau persiapkan dirimu untuk menjadi lebij baik. Bukankah orang baik hanya untuk orang baik juga? (halaman 155)
  16. Sekarang, lihatlah ke depan, melangkahlah dengan berani, berhenti berlagak bagai korban, berperanlah layaknya pahlawan. (halaman 159)
  17. Jangan sampai cinta jadi agamamu. Jangan sampai dia menjadi tempatmu bertumpu. Jangan sampai hidupmu untuk cinta dan dirinya. Sedetik setelah kematianmu, dia sudah tak bisa membantumu. (halaman 175)
  18. Dan, cinta yang benar tidak akan menyakiti siapa pun. (halaman 183)
  19. Jangan tergila-gila dalam mencintai. Jangan tergila-gila dalam membenci. Jangan tergila-gila dalam mengagumi. Jangan tergila-gila pada apa pun di dunia ini. Dunia fana. (halaman 210)
  20. Kesendirian membuka mataku bahwa, pada dasarnya, kita akan selalu sendiri; lahir sendiri, berjuang menyelesaikan masalah sendiri, mati sendiri, dibangkitkan sendiri, dengan amalan masing-masing. (halaman 217)

Spesifikasi Buku Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-apa
Penerbit: Gagas Media
Penulis: Alvi Syahrin
Halaman: 232 hlm
ISBN: 978-979-780-934-8
Berat: 200 Gram
Dimensi (P/L/T): 13 Cm / 19 Cm/ 0 Cm
Jenis Cover: Soft Cover
Harga: Rp. 88.000,- (harga P. Jawa)

Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta  by Alvi Syahrin



Sumber:
  • https://www.kompasiana.com/gilangriy/5c3b2552bde57537b576e9b6/review-buku-jika-kita-tak-pernah-jatuh-cinta?page=2
  • https://aisaidluv.com/2019/11/14/review-buku-jika-kita-tak-pernah-jatuh-cinta-karya-alvi-syahrin/
  • https://www.instagram.com/siriusiqa/

Belum ada Komentar untuk "Review Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Karya Alvi Syahrin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel